Skip to content

Sejarah PMRI di Undiksha

25 October 2010

Pergerakan PMRI (Pendidikan Matematika Realistik Indonesia) di Bali, khususnya di Singaraja, secara informal dimulai pada awal 2007. Sebuah workshop tentang PMRI yang diprakarsai oleh Dr. Yansen Marpaung (Universitas Sanata Darma, Yogyakarta) diadakan di Kecamatan Buleleng pada awal tahun ajaran 2007/2008. Upacara pembukaan workshop ini dihadiri oleh Dr. Sariyasa, Ketua Jurusan Pendidikan Matematika Undiksha. Beliau pada kesempatan itu membuat beberapa guru SD di belahan Utara pulau Bali tertarik untuk melakukan beberapa eksperimen kecil menggunakan materi PMRI yang tersedia. Pengenalan PMRI kepada sekolah partisipan ini bersifat skala kecil dan informal sehingga dapat dimonitor dengan baik. Eksperimen-eksperimen ini disupervisi oleh dua orang dosen Jurusan Pendidikan Matematika Undiksha, Dr. Wayan Sadra dan Dr. Made Ardana. Kedua dosen ini bersama Dr. Sariyasa kemudian membentuk team inti PMRI lokal di Undiksha Singaraja.

Pada tahap awal penerapan PMRI ini, Empat SD dilibatkan, yaitu SDN 2 Kampung Baru, SDN 5 Penarukan, SD Karya dan SDN 2 Petandakan. Guru-guru sekolah tersebut secara berkesinambungan dibantu, dibimbing, dan disupervisi. Pembelajaran yang masih bersifat tradisonal Bali secara perlahan berubah ke arah yang lebih terbuka dan mengutamakan peran aktif siswa. Perubahan yang menjanjikan juga terjadi pada sikap guru, mereka menjadi lebih memperhatikan apa yang siswa lakukan dan katakan. Sebelum diperkenalkannya PMRI, guru secara umum menggunakan metode memperlihatkan dan mengatakan (show and tell methods). Selama penerapan PMRI, siswa mulai lebih aktif terlibat dalam proses pembelajaran dengan bertanya, mengeksplorasi strategi-strategi yang berbeda, membuat rencana, dan mendiskusikan matematika dengan teman sekelasnya. Hal-hal ini merupakan apa yang diharapkan dari penerapan PMRI.

Pada April 2008 team lokal PMRI bertemu dengan keseluruhan anggota pergerakan PMRI di USD Yogyakarta dan mengundang mereka untuk datang ke Undiksha pada Juni 2008. Undangan ini berbuah sebuah pertemuan kecil yang dihadiri oleh berbagai pihak termasuk Robert Sembiring, Yansen Marpaung, Pembantu Dekan Bagian Akademis FMIPA Undiksha, Ketua Jurusan Pendidikan Matematika Undiksha, Perwakilan Dinas Pendidikan Kabupaten Buleleng dan UPP Kecamatan Buleleng, dan team PMRI local. Pada pertemuan tersebut, Robert Sembiring meminta sekaligus mendapatkan komitmen dari Dinas Pendidikan dan Undiksha untuk mendukung PMRI. Sebagai langkah konkrit yang merupakan hasil dari pertemuan ini, Jurusan Pendidikan Matematika Undiksha berkomitmen untuk menyelenggarakan workshop resmi PMRI pertama.

Workshop pertama ini diadakan pada 4 – 6 November 2008 dan dihadiri oleh 35 partisipan yang terdiri dari 16 dosen Jurusan Pendidikan Matematika Undiksha, 2 dosen Pendidikan Guru sekolah Dasar (PGSD) Undiksha, 2 pengawas pendidikan tingkat TK dan SD Kecamatan Buleleng, 2 guru SD PMRI di Kecamatan Buleleng, dan 13 guru kelas satu di Kecamatan Buleleng. Staf inti tambahan pun hadir termasuk Martin van Reeuwijk dari APS Belanda dan Yansen Marpaung. Workshop tersebut adalah sebuah keberhasilan besar. Para partisipan secara aktif dilibatkan dalam melakukan matematika, mengalami matematika yang bermakna, mengobservasi kelas PMRI, dan mendengarkan secara langsung dari guru yang berpengalaman dengan PMRI. Pada 25 Februari 2009, berdasarkan surat keputusan Rektor Undiksha, pusat PMRI lokal di Singaraja secara resmi didirikan : Pusat Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Matematika Realistik Indonesia (P4MRI Undiksha). Pada April 2009, workshop lanjutan diadakan di Undiksha. Guru-guru yang sama, anggota team PMRI lokal, dosen dan pembicara luar hadir dan berkontribusi. Yang istimewa dari workshop ini adalah peran serta aktif dari mahasiswa keguruan dan PGSD Undiksha. Mereka bekerja bersama-sama. Dosen dan mahasiswa mengobservasi kegiatan pembelajaran serta mewawancarai guru dan siswa di sekolah untuk lebih memahami kegiatan pembelajaran yang sedang berlangsung. Keterlibatan semua pihak dan kesediaan mahasiswa, guru, dan dosen untuk bekerjasama dengan baik dan saling belajar dari satu sama lain merupakan kunci kesuksesan workshop PMRI kedua di Singaraja.

Advertisements
One Comment leave one →
  1. Ni Made Anita Widjaja permalink
    14 October 2011 4:47 pm

    kapan workshop pmr diadakan lagi? kalo bisa di denpasar.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: